Faiz, Izky dan Bara adalah 3 orang sahabat yang
masih duduk dibangku SMA. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang
menjadikan mereka sahabat dari Sekolah Dasar hingga sekarang. Faiz yang cadel
dan penuh keingintahuan, Izky yang penakut dan sedikit gagap dalam berbicara
dan Bara yang periang dan sedikit berlebihan dalam berbicara. Ya.. ketiga orang
ini memang mempunyai karakteristik yang berbeda akan tetapi itulah yang disebut
persahabatan, tidak membedakan satu sama lain.
Hari ini
adalah hari yang ditunggu oleh Faiz, Izky dan Bara. Karena hari ini adalah hari
libur sekolah. Mereka mempunyai rencana untuk berkemah di sebuah hutan. Mereka
bertiga menyiapkan perlengkapan berkemah mereka masing-masing. Ini adalah pertama
kali mereka pergi berkemah di hari libur, karena biasanya mereka hanya dirumah
sambil internetan. Setelah semua perlengkapan selesai disiapkan, akhirnya
mereka pun siap untuk pergi ke hutan.
Hampir
seperempat jalan lagi menuju hutan. Izky pun merasa lelah. Izky meminta kepada
kedua sahabatnya untuk beristirahat sebentar.
“I
I Iz! Ba ba Bar! Ki ki kita a i i is ti ra ra ra hat dul dulu yaa,” kata Izky.
“Yaelah
tinggal sepelempat jalan lagi nih Ky. Kebulu gelap langitnya,” balas Faiz
“Eh Iz tapi apa yang
dikatakan Izky betul juga tuh. Kita istirahat aja dulu. Kalo sakit kan
urusannya berabe,” ujar Bara
Akhirnya
mereka pun beristirahat. Karena mereka menempuh perjalanan yang begitu jauh,
mereka bertiga pun tertidur. Dalam tidurnya, Faiz mendapatkan sebuah mimpi
kalau hutan tempat mereka berkemah adalah berhantu.
Setelah istirahat mereka selesai. Mereka pun melanjutkan
perjalanan ke hutan. Disepanjang perjalanan Faiz bercerita tentang mimpi yang
dia alami kepada sahabatnya itu. Izky yang penakut langsung menghentikan
langkah kakinya.
“loh kenapa lu Ky ko
berhenti? Takut? Haha dibawa happy aja lagi. Udah terlanjur sampe sini masa
balik,” Bara meledek
“Iya betul tuh Ky.
Jalang-jalang loh ketemu hantu,” sambung Faiz
“Ih ka ka kali an mah ng
nge le le dek a aja,” balas Izky
Izky pun
akhirnya melanjutkan perjalanannya karena memang betul juga apa yang dikatan
Bara, mereka udah terlanjur sampai ke hutan.
Langit pun berubah menjadi gelap, akhirnya mereka bertiga
sampai ke hutan. Izky dan Faiz membuat tenda dan Bara membuat api unggun dan
makanan. Setelah semuanya sudah selesai, mereka bertiga pun makan dengan
lahapnya. Tiba-tiba udara disekitar mereka berubah. Bulu kuduk mereka bertiga merinding.
Munculah didepan mereka pocong yang kafannya compang camping. Mereka bertiga
pun langsung kaget dan pergi masuk ke tenda. Pocong itu pun mendekati mereka
bertiga.
“Wahai
cowo-cowo tampan yang berkunjung ke hutan upay ini. Kalian jangan takut, gue hanya
ingin meminjam jarum dan benang jahit. Punya ga?” kata Pocong tersebut.
“loh lu ini
hantu apa tukang jahit cong, ko minjem jalum sama benang?” tanya Faiz
“Lu ga liat
apa baju gue robek kaya gini. Gue juga mau keliatan ganteng kalee”, jawab
pocong
“Hahaha itu
di kepala lu apaan cong? Ko diiket pake pita jepang. Serasa kaya permen
lollipop yang bulukan tau ga haha”, ledek Bara sambil tertawa terbahak-bahak
Tiba-tiba muncul
kuntilanak pink dibelakang Izky. Izky pun terkejut seraya berkata
“A a a ad da ha ha han…”
“Hansip maksud loh?” Kunti pun memotong
pembicaraan
”Hantu……!”
lanjut Izky dan pingsan.
“Loh
anak ini kenapa? Gua kan cuma ngomong hansip hemm,” tanya kunti dalam hati
Faiz dan
Bara tampaknya tidak begitu takut terhadap hantu-hantu unik dan aneh ini.
Karena sifat Faiz yang selalu ingin tahu dan Bara yang tampaknya tidak takut
tersebut. Akhirnya mereka bisa berteman dengan akrab terkecuali si Izky yang
masih pingsan itu.
Malam pun
berlalu dan pagi pun memancarkan sinar mataharinya. Izky terbangun dari
tidurnya. Izky lalu membangunkan kedua temennya tersebut dengan nada panic.
“E
e eh ba ba bangun! Ta ta tadi gu gua ke ke ketemu ha han tu tad tadi malam”
Faiz dan
Bara pun terbangun
“Ah
apa sih loh ganggu aja, masih ngantuk nih gua,” ujar Faiz
“Iya nih suara lu bagaikan
geledek yang dikolaborasi dengan gerimis sehingga muka gua penuh dengan ludah
lu nih,” Ledek Bara
Izky tidak
mengetahui kalau kejadian tadi itu adalah nyata. Ia menganggap hal itu adalah
nyata sehingga Izky pun menceritakan hantu-hantu itu kepada sahabatnya
tersebut. Faiz dan Bara pun menjelaskan pada Izky bahwa kejadian tadi malam itu
adalah nyata. Mendengar bahwa kejadian itu adalah nyata, Izky pun kembali
pingsan.
Keesokan harinya mereka bertiga pun pulang. Di
dalam hutan, hantu-hantu itu menangis dengan lebaynya.
"Huhu
gue sedih banget Cong. Lu tau ga sih mereka itu udah gue anggep temen gua. Lu
juga tau kan kalo disini itu gada manusianya, huhu," Curhatan kunti kepada
pocong sambil menangis
"Iya
nih Ti, gua juga sedih banget. Gua serasa merasa bersalah sama mereka tau ga.
huhu," pocong pun ikut menangis sambil jilat ingus yang turun.
"Loh
merasa bersalah kenapa Cong? gara-gara lu nakutin mereka itu?"
"Bukan
Ti, gua merasa bersalah karena gua lupa ngembaliin jarum sama benang mereka
yang gua pinjem. huhu," ujar pocong
TAMAT
Untuk memberikan kritik, saran, request ataupun mau nerbitin cerita gue #pede *ditimpuk sempak bencong*. Kalian bisa add gue di Fb --> Dedyholmez atau Follow twitter gue --> @Dedysteady
Comments
Post a Comment